| — | Anonymous Tom |
Intinya, untuk melawan kenaikan harga BBM yang pernah, sedang, dan akan terus terjadi itu, tak ada jalan terbaik kecuali kita musuhi BBM. Kita jadikan BBM musuh kita bersama. Kita demo BBM-nya ramai-ramai, bukan mendemo kenaikannya. Kalau setiap kenaikan BBM didemo, kita hanya akan terampil berdemo. Tapi kalau BBM-nya yang kita musuhi, kita akan lebih kreatif mencari jalan keluar bagi bangsa ini ke depan.
Jalan terbaik adalah jangan lagi menggunakan BBM. Kalau kita sudah tidak menggunakan BBM, apa peduli kita pada barang yang juga menjadi penyebab rusaknya lingkungan itu. Kelak, kita bersikap begini: biarkan dia naik terus menggantung sampai setinggi Monas! Kalau kita tidak lagi menggunakannya, mau apa dia!
Tanpa ada gerakan nyata untuk melawan BBM, seumur hidup kita akan ngeri seperti sekarang. Seumur hidup kita harus siap-siap berdemonstrasi. Seumur hidup kita tidak berubah!
| — | denny duquette |
| — | Ibnu Taimiyah |
Nemu pengalaman org lain yg cukup “nyintreuk”.
>
Di satu sisi, mengambil barang org lain tanpa izin ialah hal yang salah. Di sisi lain, menyalahkan seseorang karena bersikap jujur bukanlah hal yg baik. Guru tsb hendaknya mampu menjelaskan bahwa mengambil buah mangga tsb ialah salah. Penjelasan tsb perlu diberikan karena anak tersebut belum mampu membedakan hal yg benar atau salah. Selain itu, guru tsb jg seharusnya mampu mengapresiasi kejujuran anak tersebut.
Iseng nyari definisi “galau” & “melankolis”di kbbi. Hasilnya:
1. me·lan·ko·lis /mélankolis/ a dl keadaan pembawaan lamban, pendiam, murung, sayu; sedih; muram: raut wajahnya yg — itu membuat orang iba kepadanya
2. ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau
Klo berdasarkan definisi kbbi, kyknya org2 pada umumnya ngegunain kata “galau” buat kondisi “melankolis” padahal dua kata itu gk bersinonim :|

